Tanpa Suara

Luka pada lutut nampak,

Merah, darah, basah.

Tangan beradu terlalu lama,

bersama dahi menyentuh tanah.

 

Gores fisik tak berarti,

dibanding diri yang diinjak bagai kasut.

Rendah merendahnya seorang patih,

tak hiraukan duri hati yang tak jua dicabut.

 

Dan kau yang terlebih tahu,

pabila seseorang datang memohon cintamu,

tuk kembali pada pelukan,

dibuangnya jauh harga dirinya.

 

Ketika maaf telah kau terima,

bukan itu saja yang dia pinta.

Karna lebih baik tidak dimaafkan daripada kehilangan cinta.

 

Takkan berlangsung selamanya,

manusia tidak ada yang sempurna.

Ia punya batas garis pada nada,

yang dapat ia akhiri tanpa suara.

Ricco Nicholas