Aku & Bodohku

Tetesan air berhenti,

Daun - daun mengangguk berat.

Sisa hujan yang tampak,

Warna - warni pelangi.

 

Hidup itu sama renungku.

Rintangan itu selalu kan ada,

datang atas seizin surga.

Bukan sebatas ada, tapi tuk ujiku

 

Dan yang tersisa disini,

aku dan bodohku.

 

Di antara biduan menyanyi,

menari,

menggemulai indah diatas bayanganku.

 

Mencoba menghapus semua penyesalan,

yang meneror mimpi, 

lebih jahat, lebih keji

daripada penghuni neraka.

 

Bimbang antara layak dan tidak,

menarik dan mendorong jiwa.

Terhalang sebuah pertanyaan,

"Masih pantaskah aku kembali?".

 

Di pojok ruang,

Hanya ada aku dan bodohku.

Gelap gulita selimuti sekitar,

siap menyeret raga dan nyawa.

 

Di pojok hati,

masih ada aku dan bodohku.

Kupikir kita akan tetap berdua,

hingga waktu melenyapkannya.

Ricco Nicholas